Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Polhukam

JDP prihatin atas kasus Posramil Kisor, ini kata Warinussy

20
×

JDP prihatin atas kasus Posramil Kisor, ini kata Warinussy

Sebarkan artikel ini
Caption : Jubir JDP, Yan C. Warinussy – Bumiofinavandu/Ist.
Example 468x60

Nabire, Bumiofinavandu – Jaringan Damai Papua (JDP) menyampaikan keprihatian dan duka cita yang dalam atas gugurnya empat prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) anggota Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Maybrat Papua Barat Kamis (02/09/2021).  Diduga, korbat diserang dengan menggunakan senjata tajam oleh kelompok yang tidak dikenal.

Juru Bicara JDP, Yan C. Warinussy mengatakan bahwa pihaknya belum memperoleh konfirmasi mengenai sebab musabab terjadinya penyerangan terhadap Posramil Kisor. Akan tetapi, sebagai fasiltator bagi terbangunnya perdamaian di Tanah Papua, JDP menyerukan kepada Panglima TNI agar tidak secara cepat, bereaksi untuk memerintahkan dilakukannya operasi militer dan operasi militer selain perang ke kawasan Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.

Example 300x600

“Adalah sangat bijak jika masalah ini diserahkan langkah penyelesaiannya secara hukum kepada Polisi Militer dibantu Polda Papua Barat. Karena diduga keras pelakunya berasal dari masyarakat sipil,”kata Warinussy dalam rilisnya dikutip Bumiofinavandu pada Kamis (02/09/2021).

Ia meminta Panglima TNI mengedepankan aspek penegakan hukum menyikapi persoalan insiden Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan. Warinusi juga mendesak mendesak agar dalam proses penyelidikan kasus itu harus melibatkan sebanyak mungkin otoritas pemerintahan sipil seperti Pemprov Papua Barat, Pemkab Maybrat serta Pemkab yang memiliki wilayah berbatasan dengan Kabupaten Maybrat yaitu Pemkab Kabupaten Bintuni dan Pemkab Sorong Selatan.

“Sehingga upaya mengurai “benang kusut” dari kasus ini dapat segera dilakukan dengan baik dan damai dengan senantiasa menghormati prinsip supremasi hukum dan hak asasi manusia,” ungkap Warinussy.

Lanjutnya, menurut salah satu laporan yang diduga bersumber dari lingkungan dalam TNI AD di Kodim 1809/Maybrat. Bahwa laporan yang sudah beredar luas di sejumlah media sosial WhatsApp tersebut secara rinci menjelaskan bahwa para korban di duga diserang kelompok separatis berkekuatan sekitar kurang lebih 50 orang pada dinihari.

Korban diantaranya, Serda A, Praka D. serta Pratu Z. A. gugur saat ditemukan di dalam ruang Posramil. Sedangkan Komandan Posramil Kisor, Lettu Chb. D. ditemukan tewas di antara semak di luar Posramil Kisor.

“Sementara seorang anggota TNI AD lain yaitu Sertu Yuliano mengalami luka berat. Dan satu anggota TNI AD lain atas nama Pratu I. dikabarkan hilang atau belum ditemukan jejak nya,”.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!