“Tokoh intelektual asal Distrik Piyaiye, Yohanes Piyaiyepai Magai, meminta Pemerintah Kabupaten Dogiyai membangun kantor distrik baru. Gedung yang dibangun pada 2007 itu mengalami kerusakan pada atap, lantai, dinding, dan plafon sehingga dinilai menghambat pelayanan pemerintahan”
Nabire, Kalawaibumiofi | Kondisi gedung Kantor Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Kerusakan pada atap, lantai, dinding, dan plafon membuat bangunan tersebut dinilai tidak lagi layak digunakan untuk menunjang pelayanan pemerintahan.
Tokoh intelektual asal Distrik Piyaiye, Yohanes Piyaiyepai Magai, meminta Bupati Dogiyai segera mengalokasikan anggaran pembangunan kantor Distrik baru untuk tahun anggaran 2027 atau paling lambat 2028.
Pasalnya, kondisi bangunan yang telah berusia sekitar 20 tahun itu semakin memprihatinkan. Atap seng mengalami kerusakan dan kebocoran sehingga air hujan masuk ke dalam ruangan.
“Kalau hujan, air masuk ke dalam gedung karena atap seng sudah bocor dan rusak. Lantai papan juga sudah lapuk, sementara plafon dan bagian bangunan lainnya mengalami kerusakan,” ujar Magai melalui pesan selulernya kepada Kalawai Bumiofi di Nabire. Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kerusakan tersebut tidak terlepas dari usia bangunan. Kantor Distrik Piyaiye dibangun pada 2007, ketika wilayah Dogiyai masih menjadi bagian dari Kabupaten Nabire, sebelum pemekaran menjadi kabupaten tersendiri.
“Bangunan su sah lama, hampir 10 tahun dan sudah tidak tidak layak lah. Ini dapat menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain kerusakan gedung, fasilitas pendukung seperti rumah bagi pegawai distrik juga belum tersedia,” tuturnya.
Karena itu, Magai meminta Pemerintah Kabupaten Dogiyai memberi perhatian terhadap kebutuhan pembangunan kantor Distrik Piyaiye. Ia berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menyiapkan fasilitas pendukung agar aparatur distrik dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Masyarakat berharap, pembangunan kantor baru dapat masuk dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah pada 2027 atau 2028. Dengan tersedianya gedung dan fasilitas yang memadai, pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di Distrik Piyaiye diharapkan dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya.[*]
















