Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Polhukam

KNPB Nabire Gelar Mimbar Bebas Peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia

3
×

KNPB Nabire Gelar Mimbar Bebas Peringati Hari Masyarakat Adat Sedunia

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Mimbar bebas di halaman Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire. Minggu (9/8/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa menggelar aksi mimbar bebas dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia. Kegiatan berlangsung di halaman Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, pada Minggu (9/8/2026).

Aksi tersebut diisi dengan sejumlah kegiatan, diantaranya orasi politik, pembacaan puisi, serta penampilan seni dan budaya. Kegiatan digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kekhawatiran terhadap perlindungan hak-hak masyarakat adat dan keberlangsungan kebudayaan di Tanah Papua.

Kegiatan Mimbar bebas di halaman Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire. Minggu (9/8/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dinilai berdampak terhadap ruang hidup masyarakat lokal, termasuk investasi yang menurut mereka melibatkan kekuatan militer.

Para peserta aksi juga menyerukan pentingnya kesadaran kolektif generasi muda dan mahasiswa dari berbagai wilayah adat di Papua untuk menjaga nilai-nilai budaya serta mempertahankan tanah leluhur dari berbagai bentuk marginalisasi.

Koordinator Lapangan KNPB Nabire, Ando Douw, dalam orasinya mendesak pemerintah memberikan perlindungan hukum yang konkret bagi masyarakat adat serta menghentikan operasi militer di Tanah Papua.

“Kami tegaskan bahwa Tanah Papua bukan milik negara, melainkan milik masyarakat adat yang sudah ada jauh sebelum Indonesia masuk. Pemerintah wajib mengesahkan RUU Masyarakat Adat, menghentikan operasi militer, mengembalikan ratusan ribu pengungsi internal, dan menyelesaikan konflik TPNPB dengan TNI/Polri melalui jalur dialog,” ujar Ando Douw.

Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan di Tanah Papua perlu dilakukan melalui pendekatan dialog serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Aksi mimbar bebas tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi mengenai perlindungan masyarakat adat, pelestarian kebudayaan, serta kondisi sosial dan politik di Tanah Papua. [*]

error: Content is protected !!