Nabire, Kalawaibumiofi.com | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyerukan pelaksanaan aksi nasional serentak di seluruh wilayah Tanah Papua pada Senin (3/8/2026). Seruan resmi tertanggal 2 Agustus 2026 ditandatangani Koordinator Lapangan Umum Ayus Heluka dan Juru Bicara Nasional Ogram Wanimbo. Kegiatan ini mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”.
Dalam pernyataannya yang diterima Kalawaibumiofi, Sabtu (1/8/2026), KNPB menegaskan aksi ini sepenuhnya bersifat damai dan bermartabat. Organisasi ini mengimbau seluruh lapisan masyarakat tidak terpengaruh berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun pernyataan tokoh tertentu yang menyebutkan aksi tersebut berpotensi anarkis.
“Itu adalah propaganda dan berita bohong yang sengaja disebarkan,” tegas Ogram Wanimbo.
KNPB juga menyebut seruan yang mengatasnamakan kelompok lain sebagai aksi tandingan adalah rekayasa yang bertujuan memecah belah persatuan masyarakat Papua.
“Kami mengutuk keras upaya pembuatan aksi tandingan yang disetting oleh pihak tertentu. Jangan ada perpecahan antara saudara dari pegunungan dan pesisir, kita satu bangsa dari Sorong hingga Merauke,” tambah Ayus Heluka.
Berdasarkan data yang dirilis, KNPB mencatat adanya peningkatan keberadaan aparat keamanan serta tingginya angka warga yang mengungsi. “Kami catat ada sekitar 27.444 personel gabungan dan 122.932 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya akibat situasi yang tidak kondusif. Inilah alasan utama kami menyuarakan kondisi darurat kemanusiaan ini,” jelas Ogram.
Mobilisasi masyarakat telah dilakukan sejak akhir Juli 2026, termasuk pembagian selebaran dan rapat konsolidasi di Jayapura dan wilayah lainnya. Ketua I BPW KNPB Numbay, Weckho Kogoya menyatakan persiapan sudah memasuki tahap akhir dan seluruh peserta diimbau mengenakan pakaian adat serta membawa simbol Salib Merah sebagai tanda kepedulian kemanusiaan.
Menanggapi himbauan yang meminta masyarakat tidak ikut serta, Sekretaris I KNPB Wilayah Numbay, Meynas Heluka menegaskan hak menyampaikan pendapat di muka umum dijamin undang-undang dan tidak akan menghentikan rencana kegiatan. KNPB juga mengingatkan telah bergerak secara damai selama 17 tahun dan berharap aparat kepolisian dapat mengawal hak warga negara tersebut dengan aman dan adil.
KNPB mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, pelajar hingga pekerja untuk meliburkan kegiatan pada tanggal 3 Agustus dan menyuarakan aspirasi bersama demi perubahan yang lebih baik. Pihaknya juga meminta awak media dan masyarakat luas ikut memantau jalannya aksi agar tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia. [*]


















