Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Pangdam Mambruk: TNI Harus Beri Rasa Aman bagi Warga Papua Tengah

0
×

Pangdam Mambruk: TNI Harus Beri Rasa Aman bagi Warga Papua Tengah

Sebarkan artikel ini
Pangdam XXIX/Mambruk, Mayjen TNI Aminton Manurung, tiba di Nabire - Papua Tengah. Rabu (21/10/2026), – Kalawai/Yohanes.

“Pangdam XXIX/Mambruk, Mayjen TNI Aminton Manurung, menegaskan kehadiran TNI di Papua Tengah harus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga menjelaskan penyiapan satuan teritorial di delapan kabupaten serta pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat”

Nabire, Kalawaibumiofi |    Panglima Kodam XXIX/Mambruk, Mayjen TNI Aminton Manurung, menegaskan kehadiran TNI di Papua Tengah harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, bukan menimbulkan ketakutan.

Pernyataan itu disampaikan Aminton saat tiba di Nabire, Papua Tengah, Rabu (21/10/2026). Ia mengatakan, pelaksanaan tugas TNI perlu disertai komunikasi yang baik dengan masyarakat serta koordinasi bersama pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kehadiran kami di sini adalah untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan di wilayah Papua Tengah. Kami hadir untuk membantu masyarakat dan bekerja sama dengan rekan-rekan Forkopimda,” kata Aminton kepada awak media.

Ia berharap masyarakat tidak merasa takut dengan kehadiran Kodam XXIX/Mambruk. Menurut dia, prajurit TNI merupakan bagian dari masyarakat sehingga hubungan dengan warga perlu dibangun melalui komunikasi dan sikap saling menghormati.

“Kami berharap masyarakat tidak takut dengan kehadiran Kodam XXIX/Mambruk. Kami datang untuk bersilaturahmi. Kami juga bagian dari masyarakat Papua Tengah dan ingin bersama-sama menciptakan rasa aman serta nyaman,” tuturnya.

Siapkan Satuan di Delapan Kabupaten

Aminton menjelaskan, wilayah kerja Kodam XXIX/Mambruk mencakup delapan kabupaten di Papua Tengah. Saat ini, sejumlah batalyon teritorial pembangunan (Yonif TP) sedang menjalani tahapan penempatan dan penyiapan personel.

Ia menyebutkan Batalyon 820 berada di Timika dan Batalyon 804 di Nabire. Sementara itu, enam batalyon lainnya telah memasuki tahap pemusatan atau marshalling.

Menurut Aminton, penyiapan satuan juga mencakup pembahasan lokasi pangkalan bersama Komandan Korem 173/Praja Vira Braja dan jajaran staf. Penentuan lokasi tersebut masih memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Dukungan pemerintah daerah, kata dia, dibutuhkan untuk menunjang kesiapan pangkalan, penempatan personel, dan kebutuhan operasional satuan. Sejumlah perlengkapan pendukung, termasuk kendaraan, juga masih dalam proses pengiriman dari Jakarta.

Keamanan dan Pembangunan

Aminton mengatakan keamanan dan pembangunan daerah membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat perlu diperkuat.

Ia berharap kehadiran satuan TNI di Papua Tengah dapat mendukung terciptanya situasi yang kondusif sehingga pemerintah dapat menjalankan program pembangunan dan masyarakat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan aman.

Aminton juga mengatakan dirinya telah berdiskusi dengan Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, mengenai upaya menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Kedatangan Aminton di Nabire disambut Gubernur Meki Nawipa bersama jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, tokoh daerah, dan ratusan prajurit TNI di Markas Kodam XXIX/Mambruk, Jalan Kusuma Bangsa, Malompo, Nabire.

Penyambutan berlangsung melalui tarian adat dan tradisi militer yang melibatkan prajurit di bawah komando Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Vivin Alivianto.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak; Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini; Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, M. Yuris Rawando; dan Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari.

Turut hadir Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi; Kabinda Papua Tengah, Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis.

Aminton berharap kesiapan personel dan perlengkapan satuan berjalan seiring dengan terbangunnya kepercayaan masyarakat. Menurut dia, komunikasi dan kerja sama menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas TNI di Papua Tengah. [*]

error: Content is protected !!