Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Polhukam

Tolak Berita Menyesatkan, KNPB Tegaskan Aksi Besok Berjalan Damai dan Bermartabat

0
×

Tolak Berita Menyesatkan, KNPB Tegaskan Aksi Besok Berjalan Damai dan Bermartabat

Sebarkan artikel ini
KNPB, – Dok Untuk Kalawai.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat mengeluarkan pernyataan resmi tertanggal 1 Agustus 2026 guna meluruskan berbagai informasi yang beredar di ruang publik menjelang pelaksanaan Aksi Nasional pada Senin, 3 Agustus 2026. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KNPB Pusat, Agus Kossay.

Dalam pernyataannya, Agus menegaskan bahwa kegiatan akan dilaksanakan secara serentak, damai, dan bermartabat di seluruh wilayah adat Papua, serta di wilayah kerja KNPB Konsulat Indonesia dan KNPB Konsulat Timor Leste. Selama kegiatan berlangsung, pendokumentasian dan penyampaian informasi akan dilakukan oleh jaringan media rakyat bangsa Papua yang berjejaring dengan organisasi tersebut.

Example 300x600

Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas berbagai pandangan yang dinilai menyesatkan dan berupaya mengkriminalisasi rencana gerakan perlawanan damai yang dipimpin KNPB.

“Aksi KNPB dilaksanakan secara damai dan bermartabat, tidak seperti opini miring yang berkembang dan berupaya mengkriminalisasi gerakan perlawanan damai yang dimediasi oleh media rakyat bangsa Papua pada tanggal 3 Agustus 2026 di seluruh wilayah adat Papua,” kata Agus dalam pernyataannya diterima Kalawaibumiofi. Minggu (2/8/2026).

Ia menyebut, menyebut narasi yang berkembang dibangun oleh pihak yang disebut sebagai “binaan buzzer kolonial Indonesia”, yang mengatasnamakan tokoh-tokoh adat seperti kepala suku, Ondoafi, dan Ondofolo. Informasi tersebut dinilai sebagai berita bohong yang bertujuan menyesatkan masyarakat Papua yang selama ini dianggap mengalami penindasan.

“Opini liar seperti ini merupakan lagu lama yang terus dinyanyikan oleh sekelompok orang Papua binaan buzzer kolonial Indonesia setiap ada aksi gerakan perlawanan KNPB,” tegasnya.

Menurutnya, penyebaran narasi tersebut bertujuan menjaga mental masyarakat yang dinilai masih terbelenggu trauma masa lalu, sehingga memudahkan penguasaan sumber daya alam serta tindakan yang disebut sebagai genosida atau pembunuhan masif dan sistematis terhadap orang Papua.

Sebagai seruan kepada seluruh elemen masyarakat, KNPB meminta rakyat Papua, warga non-Papua yang berada di Papua, masyarakat Indonesia yang bersolidaritas, serta komunitas internasional agar tidak terprovokasi oleh pernyataan yang dinilai berasal dari pihak yang terkait dengan badan intelijen negara.

KNPB mengajak seluruh masyarakat bersiap menghadiri aksi tersebut dengan mengenakan pakaian adat sebagai wujud perlawanan yang berbudaya.

“KNPB tetap memfasilitasi rakyat bangsa Papua pada tanggal 3 Agustus 2026 di seluruh wilayah Papua. Kami tak akan gentar dan mundur selangkah pun selama masih ada penindasan terhadap rakyat bangsa Papua di tanah ini,” tambah Agus.

“Kami berkomitmen pada jalur perjuangan damai demi mewujudkan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia,” pungkasnya.

Aksi nasional ini mengangkat tema utama “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”. KNPB mengundang seluruh elemen organisasi kemahasiswaan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat umum untuk hadir dan menyuarakan aspirasi bersama secara tertib dan damai. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!